Buka Luwur Sunan Kudus

Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus, Mengganti Kain Penutup Makam. Ini Prosesinya!

Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus, Mengganti Kain Penutup Makam. Ini Prosesinya! – Begitu kaya Indonesia akan budaya dan adat istiadat. Salah satu yang paling tersohor dan dijunjung tinggi adalah budaya peninggalan sang walisongo. Makam Sembilan wali yang sangat suci ini begitu diagungkan di masyarakat di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah Makam Sunan Kudus yang berada di Kawasan kota Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Seakan tak pernah sepi dari pengunjung, terutama di bulan Syuro.

Di tanggal 10 Syuro yang bertepatan dengan hari Asyuro, di makam Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan (Sunan Kudus) menghadirkan suasana tak biasa. Di sana begitu ramai orang melakukan ritual adat yang dinamakan Buka Luwur Sunan Kudus. Tradisi masyarakat Kudus ini berhubungan dengan penggantian kain penutup makam dan juga berbagi makanan yang disebut “Sego Jangkrik”.

Nah, seperti apakah prosesi buka luwur Sunan Kudus ini? Yuk simak Selengkapnya!


BACA JUGA :


Tradisi Ritual Adat Buka Luwur di Menara Kudus

Tradisi Buka Luwur sendiri merupakan sebuah upacara pemasangan kain pembungkus makam Sunan Kudus. Tradisi ini memiliki rangkaian acara yang panjang dimulai dari penjamasan Pusaka Sunan Kudus, khataman Qur’an, pengajian, santunan anak yatim, dan pemasangan luwur itu sendiri (kain putih penutup makam).

Pada tahun 2019 ini panitia Buka Luwur Sunan Kudus menyembelih 10 kerbau dan 70 kambing, serta menerima shadaqah sekitar 15 ton beras. Yang menarik dan selalu ditunggu dalam tradisi ini adalah pembagian nasi jangkrik. Berbeda dari namanya, nasi jangkrik ini bukan menggunakan hewan jangkrik sebagai lauknya.

Nasi jangkrik yang dimaksud adalah nasi dengan lauk daging kerbau dan kambing yang dimasak menggunakan bumbu ‘jangkrik’ dan ‘uyah asem’, bumbu khas masakan Kudus (seperti rendang kalau di Padang). Nasi dan daging yang sudah matang, lalu dibungkus menggunakan daun jati, menjadi 33.646 brekat, dengan perincian 2.120 brekat keranjang (454 keranjang besar dan 1.666 keranjang kecil), 6.740 brekat kecil, dan 24.786 brekat umum.

Karena merupakan tradisi yang cukup besar, acara inipun melibatkan banyak orang. Tahun 2019 ini ada sekitar 83 orang panitia yang dibantu oleh 1.061 perewang (relawan pemasak dan pembungkus brekat). Serta 30 orang pemasang luwur dari kain sebanyak 36 pis yang panjangnya mencapai 35,53 meter. Semua berasal dari desa-desa di sekitar Kudus, terutama kawasan Menara Kudus.

Itulah prosesi dan tradisi Suronan di makam Sunan Kudus, semoga bermanfaat.

61 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini